Jumat, 07 Juni 2013

“Pengaruh Budaya Lokal terhadap Perilaku Generasi Muda”



Andika Dwi Cahyani
10112780
1KA19

ABSTRAKSI

            Budaya Lokal adalah budaya asli dari suatu kelompok masyarakat pada setiap daerah tertentu yang juga menjadi ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat. Dapat berupa ciri khas dalam bahasa tiap daerah masing-masing, adat istiadat, dan lain-lain.
Namun dengan adanya perubahan jaman, sering disebut dengan globalisasi. Masyarakat di negara kita mulai melupakan aturan budaya-budaya yang dimiliki. Globalisasi merupakan suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Dengan adanya Globalisasi, kehidupan manusia menjadi lebih mudah, efektif, dan hemat. Arus modernisasi dan globalisasi itu mempunyai banyak nilai positif dan negatifnya.
Sehingga mempengaruhi perilaku dari generasi muda saat ini, dari ada nya globalisasi kita seperti dituntut untuk mengikuti trend yang membuat kita lebih maju dari jaman dahulu yang serba tradisional dan memiliki adat istiadat yang kuat. Tapi dengan ada nya perubahan menjadi global, kebanyakan sudah mulai melupakan budaya yang  di miliki. Generasi muda menjadi memiliki sikap individualisme, matrealisme, dan kurang nya kesadaran akan kehidupan bebas yang dapat menjerumuskan ke perbuatan melanggar norma-norma. 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Dengan adanya Globalisasi, kehidupan manusia menjadi lebih mudah, efektif, dan hemat. Arus modernisasi dan globalisasi itu mempunyai banyak nilai positif dan negatifnya.
Nilai positifnya, informasi yang didapat menjadi lebih cepat dan akurat daripada masa-masa sebelumnya yang kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual. Selain itu, semua orang juga merasa senang apabila ikut serta terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Malah orang yang tidak mengikuti era globalisasi ini seringkali diejek oleh teman sejawatnya.
Sedangkan nilai negatif dari arus modernisasi dan globalisasi juga tak kalah sedikitnya, fasilitas-fasilitas yang ada di era globalisasi ini sebagian besar disalah gunakan oleh para penggunanya. Contoh, internet sekarang ini sering dijadikan arena untuk mencari situs-situs porno, handphone digunakan untuk menyimpan data-data yang tidak mendidik moral seseorang, dan lain-lain.
Globalisasi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral. Seseorang dapat berperilaku buruk akibat penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. Efek dari Globalisasi tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan dan perilaku masyarakat yang arogan, mengikuti mode atau trend, bergaya hidup mewah atau boros, merupakan contoh nyata dari adanya globalisasi
Dengan ada nya globalisasi secara cepat dapat merubah aturan dari budaya lokal yang seharus nya terus diterapkan didalam diri kita dalam bersikap dan bertindak dalam menjalani kehidupan jaman sekarang. Agar budaya lokal tidak punah dimakan oleh waktu, dan tidak dibawa oleh negara lain. Dengan ini, saya ingin membahas lebih jelas lagi mengenai dampak globalisasi terhadap perilaku generasi muda yang sudah mulai lupa akan adanya budaya lokal.

1.2  Perumusan Masalah
     Dari latar belakang yang sudah dibuat, dapat dirumuskan dengan pertanyaan, sebagai berikut:
1.      Penjelasan mengenai Budaya Lokal?
2.      Penjelasan mengenai Generasi Muda?
3.      Dampak dari globalisasi terhadap perilaku generasi muda?
                                                              
1.3  Pembatasan Masalah

Dari masalah diatas dapat dibatasi yaitu “Pengaruh Budaya Lokal terhadap Perilaku Generasi Muda

1.4  Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui penjelasan mengenai Budaya Lokal.
2.      Untuk mengetahui penjelasan mengenai Generasi Muda.
3.      Untuk mengetahui dampak dari globalisasi terhadap perilaku Generasi muda dalam melestarikan budaya lokal.

1.5  Manfaat Penulisan
      Manfaat Penulis
1.      Dapat mengetahui apa itu budaya lokal lebih jelas.
2.      Mengetahui mengenai perilaku generasi muda pada saat ini.
3.      Menjadi sebuah acuan agar tetap melestarikan budaya lokal pada jaman globalisasi saat ini.
Manfaat Umum
1.      Menambah pengetahuan mengenai Budaya Lokal.
2.      Mengetahui lebih jauh tentang perilaku generasi muda pada jaman globalisasi saat ini.
3.      Dapat dijadikan pengingat meskipun sudah berada di jaman globalisasi tetap melestarikan budaya lokal agar tidak punah.

1.6  Metodologi Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam makalah ini, yaitu metode deskripsi analisi. Metode tersebut merupakan metode yang memberikan gambaran objektif serta membahasnya secara lengkap yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari website.


BAB II
LANDASAN TEORITIS

2.1 Penjelasan tentang Budaya Lokal

Ada banyak pendapat para ahli yang menjelaskan tentang budaya lokal. Dan masing-masing pendapat memiliki pendapat yang berbeda-beda. Menurut J.W. Ajawaila, Budaya Lokal adalah budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu yang juga menjadi ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Sedangkan menurut Irwan Abdullah, definisi kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadikan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal.
Namun, dalam proses perubahan sosial budaya telah muncul kecenderungan mencairnya batas-batas fisik suatu kebudayaan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya lokal suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli.
Menurut Hildred Geertz dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula.
Budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda.
2.2 Penjelasan tentang Generasi Muda
Generasi Muda adalah terjemahan dari young generation lawan dari old age. Youth mengandung arti populasi remaja atau anak muda atau pemuda yang sedang membentuk dirinya. Melihat kata "Generasi muda" yang terdiri dari dua kata yang majemuk, kata yang kedua adalah sifat atau keadaan kelompok individu itu masih berusia muda dalam kelompok usia muda yang diwarisi cita-cita dan dibebani hak dan kewajiban, sejak dini telah diwarnai oleh kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dan kegiatan politik. Maka dalam keadaan seperti ini generasi muda dari suatu bangsa merupakan "Young Citizen". Pengertian generasi muda erat hubungannya dengan arti generasi muda sebagai generasi penerus.
 Namun pada dasarnya ada kesamaan mengenai pengertian generasi muda tersebut, yaitu beralihnya seseorang dari masa kanak-kanak menuju masa remaja atau muda dengan disertai perkembangan fisik dan non fisik (jasmani, emosi, pola pikirannya dan sebagainya ). Jadi generasi muda itu adalah sebagai generasi peralihan. Dan dalam pandangan orang tua belum dewasa generasi muda merupakan generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan dalam mencapai cita-cita bangsa, bila generasi muda telah dipercaya dan mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dalam memperjuangkan amanah itu maka suatu bangsa tidak akan sia-sia dalam mendidik generasi tersebut, maka dari itu nilai yang dibangun dalam membentuk generasi muda ini adalah untuk menyiapkan penerus bangsa untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, baik yang gugur membela bangsa dan  yang gugur dalam membangun bansa ini, namun apabila yang menjadi cita-cita bangsa ini gagal, maka akan hancurlah harapan dari bangsa yang tercinta ini.

2.3 Dampak dari Globalisasi pada Perilaku Generasi Muda

  • Dampak positif globalisasi, antara lain sebagai berikut:

  1. Dengan adanya faktor globalisasi bidang teknologi, komunikasi, informasi dan transportasi mengalami kemajuan sehingga mempermudah kehidupan manusia.
  2. Kemajuan teknologi dapat memberikan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
  3. Kemajuan teknologi juga bermanfaat bagi sumber daya alam sehingga dapat lebih efisien dan saling berkesinambungan.
  4. Kemajuan iptek membuat bangsa Indonesia mampu menguasai iptek sehingga bangsa Indonesia mampu sejajar dengan bangsa lain.
  • Dampak negative globalisasi, antara lain sebagai berikut:
  1. Dengan adanya faktor globalisasi membuat manusia memiliki sikap individualisme yang dimana lebih senang mementingkan diri sendiri, sehingga kegiatan gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat mulai ditinggalkan.
  2. Terjadinya sikap materialisme, yaitu sikap mementingkan dan mengukur segala sesuatu berdasarkan materi karena hubungan sosial dijalin berdasarkan kesamaan kekayaan, kedudukan social atau jabatan. Akibat sikap materialisme, kesenjangan sosial antara golongan kaya dan miskin semakin lebar.
  3. Adanya sikap sekularisme yang lebih mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan nilai-nilai agama.
  4. Timbulnya sikap bergaya hidup mewah dan boros karena status seseorang di dalam masyarakat diukur berdasarkan kekayaannya.
  5. Tersebarnya nilai-nilai budaya yang melanggar nilai-nilai kesopanan dan budaya bangsa melalui media massa seperti tayangan-tayangan film yang mengandung unsur pornografi yang disiarkan televisi asing yang dapat ditangkap melalui antena parabola atau situs-situs pornografi di internet.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa globalisasi dapat mempengaruhi kehidupan setiap manusia. Ada dampak positif dan ada dampak negatifnya. Oleh karena itu kita harus bisa mengambil dari manfaat yang positif dan tidak mencoba untuk mendekati dampak negatif dari globalisasi. Globalisasi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral. Efek dari Globalisasi tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Seharusnya, dengan adanya globalisasi mampu menjadikan hidup manusia lebih mudah, cepat, efisien, dan hemat. Namun, penggunaan teknologi yang tidak diimbangi dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas justru akan menimbulkan masalah. Oleh karena itu, masayarakat harus dididik dan dilatih dalam menghadapi arus globalisasi yang memang tidak dapat dihindari. Kesiapan mental dan moral manusia merupakan modal yang sangat penting. Agar tidak ada kasus penyalahgunaan teknologi.

3.2  Saran

Menurut saya, untuk mencegah agar Globalisasi tidak berdampak buruk bagi manusia, perlu adanya aturan-aturan norma yang dapat dijadikan pedoman dalam diri kita sendiri. Salah satunya adalah norma agama yang mengajarkan para pemeluknya untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhi maksiat. Disamping itu, norma kesusilaan dan kesopanan juga diperlukan untuk memberikan batasan perilaku masyarakat sehingga dapat dikendalikan.


DAFTAR PUSTAKA

http://maulanaazis.blogspot.com/2013/01/pengaruh-globalisasi-terhadap-gaya-hidup.html